Sejarah Wiranatakoesoemah


Sejarah selalu saja ada sebagai acuan bangsa indoensia agar lebih maju dan berkembang di segala bidang, mengenal sejarah berarti mengenal segal peristiwa dan tokoh-tokohnya. Salah satu tokoh yang juga ikut berpengaruh dalam kemerdekaan indonesia adalah RAAM. Wiranatakoesoemah, tokoh ini dilahrikan pada tanggan 8 agustus 1988 di Bandung. Ia menempuh pendidikan di sekolah yang disediakan oleh belanda diselesaikan pada tahun 1901. Dan kemudian melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, setelah lulus beliau bekerja sebagai pamong praja dalam jabatan juru tulis Kewedanaan Tanjungsari. Ia diangkat menjadi mantri polisi di Cibadak, Tasikmalaya.

Kemudian asisten wedana di Cibereum dan selanjutnya menduduki jabatan bupati di Cianjur. Pada tahun 1918 ia diangkat menjadi bupati bandung tahun 1921 hingga tahun 1935 ia menjadi anggota Volksraad. Dalam masa ini juga beliau menjabat sebagai ketua pengurus besar perkumpulan pegawai bestuur boemi poetra. Pada waktu yang sama ia pun sempat melepaskan jabatannya sebagai bupati bandung, tetapi hal tersebut dilakukan dalam waktu yang sebentar. Pada akhir tahun 1934. Wiranatakoesoema diangkat kembali menjadi bupati Bandung sampai berakhirnya pendudukan jepang. Ketika itu ia menjabat ketua Perkumpulan Bupati Sedia Mulia. Selain itu ia juga sangat aktif dalam masalah agama, ia belajar pada kiai setempat dan menerbitkan buku-buku tentang islam. Bberapa karangannya adalah Vreede Voor Gebeid, dan juga ada mengenai koperasi di negeri belanda.

Pada tahun 1924 ia menunaikan ibadah haji dan kembali sebagai seorang haji yang terkenal. Ia juga menjadi pemimpin gerakan daerah yaitu sebagai pelindung organisasi pasundan di bandung dan pelindung perumpulan “Wargi Bandung”. Ia sangat populer dikalangan rakyat bandung. Sebelum proklamasi Wiranatakoesoemah juga aktif dalam organisasi-organisasi dan yang paling penting ketika ia diangkat menjadi anggota BPUPKI. Di dalam sidang BPUPKI Wiranatakoeseomah selaku anggota sempat mengemukakan pendapatnya dalam bahan yang dinamakan Kouko, yaitu anggaran dasar negara yang baru. Wiranatakoesoemah yang diserahkan kepada panitia. Pendapat Wiranatakoesoemah yang diserahkan kepada panitia itu berisi tentang pengisian maksud kelahiran Indonesia Merdeka seperti yang dimuat dalam pembukaan UUD yang dibicarakan oleh badan tersebut.

0 Response to "Sejarah Wiranatakoesoemah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2